Pentingnya Pemeriksaan Gigi untuk Kesehatan

Tak kurang dari 30 anak mendapatkan pemeriksaan gigi dari dokter muda Fakultas Kedokteran Gigi Univesitas Gadjah Mada Jogjakarta, kemarin (24/7). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Anak Nasional yang diselenggarakan Yayasan Satu Nama, bertempat di dusun Duwet, Mlati, Tridaadi, Sleman.

Anak-anak yang datang hari itu adalah pelajar SD dari beberapa daerah. Ada yang dari sekolah di dekat lokasi, tetapi ada juga yang datang jauh-jauh dari Magelang. Menurut Fajar Kumalasari, S.KG, salah seorang ko as yang melakukan pemeriksaan menerangkan, rata-rata masalah gigi yang dialami anak-anak tersebut adalah gigi berlubang. “Ada juga beberapa yang perlu dicabut, karena sudah mati,” tambahnya.

Pemeriksaan Gigi untuk Kesehatan

Pemeriksaan kemarin barulah tindakan awal. Setelah didata, anak-anak yang memiliki masalah dengan giginya, akan diusahakan penanganan selanjutnya. Anak dengan gigi berlubang akan diajak ke RSGM Prof. Soedomo untuk ditambal. “Jika kesulitan datang, akan kami jemput,” sambung Fajar Kumalasari. Begitu juga untuk anak-anak dengan gigi mati, yang perlu segera dicabut. Lihat juga cara memutihkan gigi perokok

Selain pemeriksaan gigi, acara peringatan Hari Anak Nasional oleh Yayasan Satu Nama ini juga dimeriahkan dengan lomba menggambar serta menulis cerita. Tema yang diangkat adalah Sekolah Impianku.

“Anak-anak masih usia sekolah, kami ingin membangkitkan cinta dan kepeduliannya pada sekolah, serta menggali sekolah seperti apa yang mereka inginkan,” jelas Andriyani, koordinator acara ini. Keseluruhan kegiatan diikuti sekitar 60 anak.

Sebelum lomba menggambar dimulai pukul 10.00 WIB, diberikan pengarahan mengenai teknik dasar menggambar, serta motivasi dalam berkarya. Pengarahan dibawakan oleh Surono, seorang praktisi lukis. Diawali dari pemahaman membuat garis, lalu memadukan warna, dan membuat gradasi warna.

“Tidak perlu ragu-ragu membuat gambar dan memberi warnanya pun bebas,” katanya. Pengarahan diberikan sambil memberikan contoh gambar di papan. “Jika ada coretan, tidak perlu dihapus, jadikan saja motif atau objek gambar yang baru,” tambahnya.

Untuk lomba menulis cerita, masih dengan tema yang sama, yaitu Sekolah Impianku. Setiap anak mendapat satu lembar kertas A3 bergaris, dan diberikan waktu 30 menit untuk menuangkan cerita dan impiannya. Sebelumnya, juga diberikan workshop menulis oleh Bertus, salah seorang jejaring Satu Nama.

Bertus memberikan materi Menulis itu Menyenangkan, danmemotivasi anak-anak untuk tidak ragu “curhat” dengan menulis. “Menulis akan menjadi sahabat, kita dapat setiap saat curhat dengan menulis,” katanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s