Dampak Kasus E Coli dalam Pertanian Organik

Tahukah anda apa sebenarnya dampak penyebaran e coli dalam pertanian organik? Belum lama ini masyarakat kita dikejutkan dengan heboh tercemarnya produk-produk pertanian dari Eropa dengan bakteri e coli. Pemerintah pun kabarnya sempat mewaspadai bila ada sayuran impor yang didatangkan dari Eropa, khususnya Jerman.

Dalam kasus itu, orang yang terkena serangan E coli ini akan mengalami diare dan muntah-muntah hebat. Jumlah orang yang meninggal dunia akibat cacing inipun mencapai puluhan orang.

Yang menarik, e coli yang dikatakan sebagai penyebab penyakit ini sebenarnya sering juga menyerang manusia. Namun selama ini diare yang disebabkannya tidak terlalu parah, apalagi hingga menyebabkan kematian.

Pertanian Organik

Yang menarik dari kasus ini, e coli yang dituduh menjadi biang keladi merupakan jenis baru yang merupakan hasil mutasi dari yang diketahui selama ini. Apalagi bakteri e coli ini, seperti diberitakan media massa, berasal dari kotoran hewan yang digunakan sebagai pupuk organik pada tanaman sayuran tersebut. Baca juga bahayanya susu formula untuk bayi.

Padahal, penggunaan pupuk organik merupakan alternatif terbaik akibat penggunaan pupuk kimia yang terlalu over. Apalagi penggunaan pupuk kimia saat ini sudah menimbulkan berbagai dampak lingkungan yang kurang baik. Diantaranya, berkurangnya tingkat kesuburan tanah, makin kompleksnya hama tanaman yang muncul, maupun hasil panen yang tidak bisa optimal.

Perlu diketahui bahwa kasus timbulnya penyakit diare yang mematikan itu baru terjadi di Jerman dan belum ada laporan kasus serupa terjadi di negara kita. Meskipun demikian, bagaimana pun juga kasus itu tentunya akan memberikan efek yang kurang baik dalam upaya mengkampanyekan pertanian organik yang lebih bersahabat dengan lingkungan.

Itulah informasi tentang kasus e coli yang sempat membuat heboh masyarakat kita. Setiap pilihan tentunya ada sisi positif maupun negatifnya, begitu juga dalam penggunaan pupuk organik dalam sistem pertanian di Indonesia. Terlebih, penggunaan pupuk kimia yang berlebihan selama ini telah secara nyata memberikan dampak negatif. Bukan saja pada aspek lingkungan namun juga mneimbulkan kerugian lainnya secara kompleks.
Karena itu, ada baiknya bila kita menyikapinya secara bijak terhadap kasus itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s